Outbound di Jogja

Outbound di Jogja
Looking for Outbound Training

Senin, 12 Mei 2014

Geothermal Well Drilling Planning for Non Engineer



Geothermal Well Drilling Planning for Non Engineer

Walau pada dasarnya sama namun proses pengeboran konvensional di industri migas (minyak dan gas) tidak begitu saja dapat diaplikasikan untuk pengeboran  sumur geothermal. Dimana perbedaannya dan apa implikasinya? Proses pengeboran sumur geothermal pada dasarnya serupa dengan proses pengeboran pada sumur minyak/gas, baik ditinjau dari tahapan proses, teknologi/alat-alat, serta ahli pengeborannya (SDM). Alat-alat yang digunakan mulai dari Rig Equipment, Drilling Tools, hingga Casing & accessories sebenarnya dibawa dari industri oil & gas dengan sedikit penyesuaian. Pun demikian dengan SDM di lapangan (crew lapangan), mayoritas berasal dari dunia migas.
Ada dua tantangan utama dalam pengeboran sumur geothermal sekaligus yang membedakannya dari pengeboran di sumur migas, yaitu dalam hal temperature dan loss circulation. Loss circulation terjadi karena target dalam suatu sumur geothermal merupakan rekahan-rekahan (fracture) yang terkoneksi ke suatu heat source. Ketika fracture tersebut terlintasi dalam proses pengeboran, kemungkinan besar lumpur pengeboran (mud) akan masuk ke dalam fracture-fracture tersebut alih-alih kembali ke permukaan (loss circulation). Kondisi loss circulation ini secara teknis memberikan beberapa dampak negatif pada proses pengeboran dan perlu ditanggulangi. Dari sisi temperature, target dari sumur panas bumi merupakan fracture yang memiliki temperatur tinggi, karena temperature inilah yang merupakan energi yang ingin diekstraksi. Semakin tinggi temperatur yang diperoleh maka akan semakin ekonomis suatu sumur geothermal. 
Akan tetapi, ditinjau dari proses pengeborannya akan semakin menantang karena teknologi pengeboran yang dibawa dari industri migas sebenarnya didesain untuk temperatur yang relatif lebih rendah, dan hal ini seringkali menjadi hambatan. Dengan semakin bertambahnya lapangan-lapangan geothermal akan dikembangkan, kedua tantangan di atas justru merupakan suatu peluang baik bagi ahli pengeboran (engineer) maupun pelaku bisnis.
Akibat teknologi dari dunia migas tidak mampu menghadapai pengeboran pada temperatur yang tinggi, trend sekarang mulai bermunculan teknologi-teknologi yang khusus diciptakan untuk sumur geothermal. Saat ini industry geothermal masih ibarat Blue Ocean karena belum banyak pelaku bisnis yang memiliki spesialisasi di bidang ini. Bagi engineer, semakin dibutuhkan ahli-ahli pengeboran yang memahami seluk beluk pengeboran sumur geothermal, dan sebagai catatan saat ini belum banyak jumlahnya di Indonesia maupun dunia.

Outline :
1.              Principle of Geothermal Drilling
2.              Drilling Fluid Properties, Design and Optimization : Drilling Fluid Hydraulic Design, Friction Loss, Cutting transport, Bit hydraulic horse power, Bit hydraulic impact, Bit jet velocity
3.              Hole Problems :  Burst, collspse, tension, biaxial
4.              Casing and Casing Design : Casing type, Maximum load principle, Cement and Cementing Design, Cement classification Cement Properties, Cement additive, Cementing design,
5.              Principle of Directional Drilling  :  Directional Well Path Design, Directional Well Path Evaluation, Build Curve Design, Bottom Hole Assembly
6.              DesignWell Drill String Design : Torque, Drag, Buckling, Drill String Strategy

Peserta :
Secretaries, Accountants, Lawyers, Purchasing Agents, Businessmen, Owners of Oil/Geothermal project Properties, Oilfield Suppliers and Salesmen, Administration personnel, Geologists, Rig Crews , Drilling Contract And Service Company Personnel, Shaker Attendants, dan pernonal lain yang terlibat dengan Geothermal Project.

Tidak ada komentar: