Outbound di Jogja

Outbound di Jogja
Looking for Outbound Training

Rabu, 02 Oktober 2013

BASIC PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)



BASIC PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)
           
PENGANTAR
PLC adalah salah satu tool yang digunakan untuk mengendalikan beberapa peralatan industri. PLC sebuah alat yang bekerja secara biner yaitu on dan off. Setiap orang yang mau bekerja di industri minimalnya mempunyai bekal kontrol PLC untuk industri.  Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam.
Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah :sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O dijital maupun analog. Menurut National Electrical Manufacturing Assosiation (NEMA), PLC didefinisikan sebagasi suatu perangkat elektronik digital dengan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai dengan yang diinginkan. PLC mampu mengerjakan suatu proses terus menerus sesuai variabel masukan dan memberikan keputusan sesuai keinginan pemrograman sehingga nilai keluaran tetap terkontrol.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.

TUJUAN PELATIHAN
Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat :
1.    Memahami struktur dan prinsip kerja PLC
2.    Menginstalasi PLC dengan aman dan benar
3.    Membuat program ladder untuk aplikasi
4.    Mendownload program ladder ke PLC
5.    Mempunyai dasar yang kuat untuk mendisain system kontrol dengan PLC,
6.    Mengoperasikan dan merawat PLC dengan aman


PESERTA PELATIHAN
Pelatihan ini penting diikuti oleh operator, teknisi, supervisor atau engineer yang bertanggung jawab pada kelangsungan proses produksi khususnya dalam hal perawatan dan troubleshooting sistem kontrol dan instrumentasi di industri.

MATERI PELATIHAN
1.    INTRODUCTION TO PLC
·         Sekilas Sejarah PLC
·         Struktur dasar PLC Prinsip Operasi PLC

·         Keuntungan dan Kerugian PLC

·         Pemakaian PLC di industri
·         Komponen Penyusun PLC
·         Komponen Tambahan PLC

2.    PEMASANGAN INSTALASI PLC
·         Mempelajari gambar pengawatan dan konfigurasi PLC yang akan dipasang
·         Mempelajari petunjuk pemasangan yang ada pada Installation guide PLC
·         Memasang Unit CPU PLC, Unit I/O PLC dan Unit - unit tambahan PLC
·         Memasang peralatan I/O PLC (tombol tekan / Push Button, sakelar, sensor, relay, motor dll)
·         Memasang kabel Power Suply dan pengkabelan peralatan I/O dengan Unit I/O
·         Memasang koneksi peralatan komunikasi
·         Melakukan pengecekan sambungan kabel modul I/O PLC

3.    PENGOPERASIAN PLC
·         Mempelajari gambar pengawatan dan konfigurasi PLC
·         Menghubungkan dengan alat pemrogram (komputer atau programming console)
·         Melakukan seting awal sebuah PLC
·         Menghidupkan PLC dan pengecekan ketidaknormalan PLC
·         PLC di seting ke mode PROGRAM
·         Mengecek indikator pada Unit CPU PLC dan display alat pemrogram (komputer atau programming console)
·         Menghapus memori program (jika akan membuat program baru)
·         Membuat program ladller PLC ( PLC basic dan PLC advance / lanjutan )
·         Membuat diagram ladder atau kode mnemonic PLC
·         Mentransfer diagram ladder ke PLC dengan komputer atau Mentransfer kode mnemonic dengan programming console
·         Menjalankan PLC
·         Mengecek pengawatan(wiring) I/O dalam mode PROGRAM
·         Mengecek dan mendebug pengeksekusian program dalam mode MONITOR
·         Mengoperasikan PLC dalam mode RUN (jika program yang dibuat telah selesai diuji)

4.    MEMELIHARA DAN MEMPERBAIKI PLC
a. Sistem pemeliharaan PLC dan pencegahan kerusakan PLC
·         pra pemeliharaan PLC
·         pemeliharaan harian PLC
·         pemeliharaan berkala PLC
b. Sistem perbaikan kerusakan PLC
·         Diagnose kerusakan / trouble shooting PLC
·         Analisis perbaikan kerusakan PLC
·         Pelaksanaan perbaikan
·         Pengujian hasil perbaikan
 

Tidak ada komentar: