Noise
Control Management
Salah satu
kemungkinan penyebab kerusakan pendengaran pada pekerja adalah tingkat eksposur kebisingan yang melebihi batas dari tingkat tekanan suara
atau dosis persen yang diperbolehkan untuk jam kerja normal. Pekerja industri yang menerima paparan kebisingan di lingkungan sehari-hari mereka bekerja, sangat
rentan untuk mengalami kerusakan
pendengaran baik dalam bentuk
sementara atau ambang pergeseran permanen. Oleh
karena itu, industri harus membuat
program profesional manajemen
kebisingan kontrol dalam memerintahkan untuk melindungi kesehatan
dan keselamatan para pekerja.
Dalam kaitannya dengan peraturan untuk keselamatan dan kondisi kerja yang sehat (PP No 3 1975), batas Leq 85 dBA tingkat kebisingan paparan selama 8 jam kerja sehari diperlukan untuk tempat kerja. Sebaliknya, batas Leq dari 90 tingkat kebisingan dBA stabil selama 8 jam hari kerja ditentukan dalam peraturan OSHA (1974) untuk kebisingan kerja. Tingginya tingkat kebisingan akan mengurangi waktu bukaan diijinkan atau masa kerja pekerja, karena itu, sebuah kontrol kebisingan layak administratif atau rekayasa harus diterapkan. Ketika karyawan mengalami paparan kebisingan melebihi batas yang tercantum dalam peraturan OSHA, pelindung telinga pribadi, seperti, earplug atau earmuff, harus disediakan.
Dalam kaitannya dengan peraturan untuk keselamatan dan kondisi kerja yang sehat (PP No 3 1975), batas Leq 85 dBA tingkat kebisingan paparan selama 8 jam kerja sehari diperlukan untuk tempat kerja. Sebaliknya, batas Leq dari 90 tingkat kebisingan dBA stabil selama 8 jam hari kerja ditentukan dalam peraturan OSHA (1974) untuk kebisingan kerja. Tingginya tingkat kebisingan akan mengurangi waktu bukaan diijinkan atau masa kerja pekerja, karena itu, sebuah kontrol kebisingan layak administratif atau rekayasa harus diterapkan. Ketika karyawan mengalami paparan kebisingan melebihi batas yang tercantum dalam peraturan OSHA, pelindung telinga pribadi, seperti, earplug atau earmuff, harus disediakan.
OBJECTIVES
Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan dapat :
Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan dapat :
· Meningkatkan
pengetahuan tentang aspek fisis kebisingan ditempat kerja.
· Meningkatkan
pengetahuan tentang tanggapan manusia terhadap kebisingan ditempat kerja.
· Meningkatkan
keterampilan tentang pengukuran dan analisis kebisingan ditempat kerja .
· Meningkatkan
pengetahuan peserta tentang criteria dan peraturan kebisingan ditempat kerja
yang berlaku di Indonesia
dan Negara lain.
· Meningkatkan
pengetahuan dalam menyusun program kerja pengendalian kebisingan di unit
kerjanya yang terintegrasi dengan program kerja operasional perusahaan/ pabrik
baik pada saat normal operasi, start up dan shut down.
MATERI :
1.
FUNDAMENTALS OF ACOUSTICS
·
Dasar akustik
·
Gelombang suara, Nilai RMS
·
Skala Decibel ( dBLin, dBA, dBHL.)
·
Penyebaran suara didalam dan diluar ruangan
·
Bunyi yang timbul di udara dan di struktur
bangunan
·
Kriteria bising
2.
EFFECTS OF NOISE ON HUMAN
·
Karateistik akustik telinga manusia.
·
Mekanisme pendengaran
·
Karateristik akustik pendengaran manusia
·
Pengaruh bising pada pendengaran
·
Perlindungan pendengaran di Industri
3.
NOISE SOURCES IN INDUSTRY
·
Sumber bising di Industri.
·
Karateristik sumber bising
·
Beberapa tipe sumber bising : fan, jet &
turbine, pipe, pump,furnace, electrical equipment.
4.
NOISE MEASUREMENT AND FREQUENCY ANALYSIS
·
Pengukuran dan analisis frekuensi suara
·
Dasar pengukuran dan analisa
·
Metodologi pengukuran & Sound level meter
·
Microphone, Time varying noise dan spectrum
analysis
·
Noise dosimeter, Intensity meter
·
Monitoring kebisingan & Bising ditempat
kerja
5.
HEARING CHARACTERISTICS
·
Telinga manusia dan penurunan kemampuan
pendengaran
·
Prinsip dasar tes audiometry & Peralatan
tes audiometry
·
Hasil analisa tes audiometry
·
Audiometery pada konservasi pendengaran
6. NOISE
CONTROL TECHNIQUES
·
Kriteria dan peraturan bising ditempat kerja.
·
Nilai Ambang Batas
·
Kepmenaker no. Kep.51/MEN/1999 tentang Nilai
Ambang batas faktor Fisika ditempat kerja
7. NOISE
CONTROL MANAGEMENT
·
Pengendalian bising terpadu ditempat kerja.
·
Konsep pemecahan masalah kebisingan
·
Program kerja pengendalian bising
·
Contoh penerapan program pengendalian bising
terpadu di tempat kerja
WHO SHOULD
ATTEND?
Manager K3/ staff K3, Inspector LK3, HSE Manager/ Engineer/ Supervisor, Plant Manager, Maintenance Manager/ Engineer, Process facility manager/ Engineer, Field manager/ engineer.
Manager K3/ staff K3, Inspector LK3, HSE Manager/ Engineer/ Supervisor, Plant Manager, Maintenance Manager/ Engineer, Process facility manager/ Engineer, Field manager/ engineer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar